KDE Luncurkan Update Terbaru 4.1

•August 3, 2008 • Leave a Comment
KDE versi Terbaru

KDE versi Terbaru

LONDON - Desktop sistem operasi open source Linux KDE baru-baru ini melakukan update versi 4.1 yang merupakan update kedua bagi KDE sejak menggunakan aplikasi pengembangan framework dari Qt3 ke Qt4.

Perlu diketahui, selain digunakan sebagai desktop environment Linux, KDE juga dipergunakan untuk sistem operasi Unix.

Di-update-nya KDE menjadi versi 4.1 tak lepas dari sejumlah kritikan di versi sebelumnya, KDE 4, yang dianggap memiliki keterbatasan fitur dan kompabilitas selain bug tentunya.

Sejumlah pengembang justru memperkirakan KDE 4 dikembangkan dari versi 3.5 yang di-porting begitu saja dengan menggunakan Qt 4 framework.

Karena itulah pengembang KDE kini melalui versi 4.1 menyuguhkan sejumlah fitur tambahan baru seperti personal information manager Kontact, yang dilengkapi dengan e-mail klien KMail, planner KOrganizer, dan sejumlah komponen lainnya.

Berbeda dengan versi sebelumnya, KDE update terakhir ini disinyalir mampu dijalankan di sejumlah platform termasuk sistem operasi Microsoft Windows di samping Linux, Unix dan Mac OS X.

Perubahan yang paling penting dari KDE 4 adalah pengenalan engine for generating desktop dan panel windows yang disebut dengan Plasma.

“New Desktop Shell Plasma yang diperkenalkan di KDE 4.0, kini pada update terbaru disuguhkan lebih matang,” papar pengembang KDE, dalam pernyataannya tentang update versi 4.1 ini kepada ZDnet, Sabtu (2/8/2008).

Untuk fleksibilitas, KDE 4.1 menyediakan fitur Cover Switch yang bisa memberikan tambahan dalam composited window management.

Perbaikan juga dilakukan untuk media player dengan menyediakan the Dragon Player media player dan KDE CD Player.

“KDE 4.1 telah melakukan sejumlah peningkatan, terutama pada infrastruktur,” ujar Sebastian Kugler, selaku salah satu pengembang KDE.(cdr) (srn)

Sumber : http://www.okezone.com

LSB Disiapkan untuk Standarisasi Linux

•August 3, 2008 • Leave a Comment
LSB Linux

LSB Linux

CALIFORNIA - Meski dipandang sulit, kehadiran Linux Standards Base (LSB) versi 4.0 yang akan diluncurkan pada akhir 2008 ini diharapkan mampu melakukan standarisasi untuk menyamakan komponen dari sejumlah distro Linux.

Berbedanya aplikasi yang diberikan oleh para distro Linux disinyalir menjadi salah satu kendala perkembangan Linux itu sendiri yang mana LSB dalam beberapa tahun terakhir telah berusaha melakukan standarisasi tersebut.

Jika LSB 4 bisa diadopsi maka akan mampu menjadi gelombang baru bagi pengembangan distribusi Linux diseluruh dunia. “Salah satu alasan kami mengapa LSB kurang diminati adalah karena tidak adanya ekspektasi,” tukas executive director dari The Linux Foundation Jim Zemlin, seperti dilansir InternetNews, Sabtu (2/8/2008).

Menurut Zemlin, standarisasi menjadi langkah penting dalam LSB 4.0 karena itu akan menguntungkan komunitas dari Linux itu sendiri.

Kabarnya LSB akan melakukan sejumlah definisi seperti APIs dan libraries yang mana sebuah vendor bisa mengembangkan port aplikasi sesuai apa yang telah diberikan sertifikasi dalam standarisasi LSB.

Pebruari 2008 silam, The Linux Foundation telah melakukan update terakhir dari LSB versi 3.2.

Sementara itu, Zemlin juga menggambarkan bagaimana selama 18 bulan terakhir 50 tenaga ahli bekerja keras untuk mengembangkan LSB 4 di Moskow, Rusia.

“Linux di masa depan adalah bagaimana mereka bisa melakukan tes secara acak dengan baik,” kata Zemlin yang menyebut proyek Ruby sebagai salah satu pilot proyek pengembangan.

Di LSB 4, the Linux Foundation telah melakukan kerjasama komplementer dengan Linux Developer Network platform yang akan memberikan sejumlah tool untuk menulis sebuah aplikasi berbasis Linux dengan mudah.

LSB 4 sendiri dirancang untuk untuk dimandatkan ke semua distro agar semuanya bisa disejajarkan.(cdr) (srn)

Sumber : http://www.okezone.com

Di OSCON, Ubuntu Netbook Remix Bersinar

•August 3, 2008 • Leave a Comment
Ubuntu

Ubuntu

SAN FRANCISCO - Distro sistem operasi open source Linux Ubuntu berjaya di ajang Open Source Convention (OSCON) 2008 yang berlangsung di Portland, Amerika Serikat. Sistem operasi ini telah dipilih Acer untuk dibenamkan di Netbook-nya.

Pada ajang yang digelar untuk ke-sepuluh kalinya tersebut, Canonical yang merupakan pengembang Ubuntu berkesempatan memperkenalkan sistem operasi Linux Ubuntu terbaru yang dikembangkannya khusus untuk Netbook ukuran kecil berbasis prosesor Intel Atom.

Ubuntu menyebut sistem operasi yang secara khusus ditujukan untuk pengguna notebook ukuran kecil dengan nama Ubuntu Netbook Remix, kendati OS tersebut lebih dikenal sebagai the Ubuntu Mobile Edition (UME).

“Tampilan yang lebih sederhana dibandingkan distro Xandros yang dibenamkan Asus pada Eee PC-nya beberapa waktu lalu, membuat popularitas Ubuntu Remix akan melejit dan menjadi pilihan pengguna notebook ukuran kecil,” papar pihak Canonical, yang disitat PCworld, Sabtu (26/7/2008).

Ubuntu Netbook Remix juga menjadi strategi jitu dari Canonical yang berusaha untuk mencari pasar selain PC desktop, yang mana kerja sama Ubuntu dengan sejumlah vendor Netbook telah menjadikan Remix sebagai standar OS dibandingkan menggunakan OS Windows XP.

Hingga saat ini juru bicara Canonical tidak mau berkomentar mengenai vendor-vendor yang ingin mengadopsi Netbook Remix. Canonical hanya mengatakan akhir tahun ini Ubuntu Remix sudah beroperasi di netbook-netbook.

Open Source Convention merupakan ajang yang diikuti oleh para pemain di bidang administrasi, bisnis, database, Java, Linux, mobile, Perl, PHP, programming, Python, Ruby, keamanan, dan aplikasi Web. Dalam perhelatan yang berlangsung sejak 21 Juli hingga 25 Juli kemarin itu, akan ditampilkan 400 sesi dari pemain-pemain tersebut.

Melalui OSCON 2008, Ubuntu mencoba untuk mengakhiri keterpurukan sistem operasi Linux dari pasar PC desktop dengan meluncurkan sistem operasi terbaru yang khusus ditujukan untuk Netbook PC berbasis prosesor Intel Atom. (srn)

Sumber : http://www.okezone.com

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.